Dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam, menyentuh angka Rp1,37 miliar (sekitar USD 83.500) pada 26 Februari 2025. Ini merupakan penurunan terbesar sejak November 2024, dengan total penurunan mencapai lebih dari Rp210 juta (USD 12.820) hanya dalam tiga hari.
Faktor Penyebab Penurunan:
1. Kedaluwarsa Opsi Bitcoin Senilai $5 Miliar
Lebih dari $5 miliar dalam opsi Bitcoin akan kedaluwarsa pada Jumat ini di platform Deribit. Situasi ini memicu volatilitas pasar, karena para investor berspekulasi tentang pergerakan harga selanjutnya.
2. Arus Keluar dari ETF Bitcoin
ETF Bitcoin mencatat arus keluar sebesar Rp16,3 triliun, menjadi yang terbesar sejak peluncurannya. Hal ini menunjukkan penurunan minat institusional terhadap aset kripto ini.
3. Sentimen Pasar yang Negatif
Kekhawatiran investor meningkat akibat peretasan besar yang menimpa platform Bybit, di mana aset senilai $1,4 miliar berhasil dicuri. Insiden ini menimbulkan keraguan terhadap keamanan platform perdagangan kripto.
Dampak pada Altcoin:
Penurunan harga Bitcoin juga berdampak pada altcoin lainnya. Ethereum (ETH) mengalami penurunan 5% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di sekitar level $2.650.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Investor?
Dengan volatilitas yang tinggi ini, para ahli menyarankan investor untuk tetap tenang dan tidak membuat keputusan terburu-buru. Diversifikasi portofolio dan investasi dalam aset yang lebih stabil dapat menjadi strategi yang bijak di tengah ketidakpastian pasar.
---
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi.
Comments
Post a Comment